Dorong menuju indonesia emas, biodiesel sawit menjadi pemain utama Energi Hijau
- account_circle Redaktur
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 71

indonusanews.com | Jakarta, 26 November 2025 — Industri biodiesel berbahan baku kelapa sawit kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menunjukkan kontribusinya yang semakin besar dalam transisi energi bersih nasional. Pemerintah menilai bahwa biodiesel kini bukan sekadar alternatif bahan bakar, tetapi telah menjadi “pilar hijau” yang memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Menurut data pemantauan sektor energi, tingkat pemanfaatan biodiesel terus meningkat seiring perluasan mandatori B35 hingga berbagai wilayah Indonesia. Produksi juga tercatat stabil meskipun harga CPO dunia fluktuatif.
Sejumlah pengamat menilai, keberhasilan ini menjadi tekanan positif bagi pemerintah agar investasi energi terbarukan di sektor sawit semakin diperkuat. “Biodiesel memberikan dua keuntungan besar sekaligus: mengurangi emisi karbon dan meminimalisir ketergantungan impor solar,” ujar seorang analis energi dari lembaga riset independen di Jakarta.
Sementara itu, pelaku industri menyatakan bahwa teknologi pengolahan sawit kini jauh lebih ramah lingkungan dibanding satu dekade lalu. Sejumlah pabrik telah menerapkan sistem pengolahan limbah terintegrasi, sehingga jejak karbon dapat ditekan secara signifikan.
Dalam kerangka hukum, kebijakan mandatori biodiesel mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018 tentang pengelolaan FAME untuk bauran energi nasional. Ketentuan ini menegaskan kewajiban pencampuran biodiesel dalam BBM tertentu, sebagai bagian dari target penurunan emisi gas rumah kaca.
Ke depan, pemerintah tengah menyiapkan peta jalan menuju B50 dan B60 yang akan diuji secara bertahap. Jika berhasil, Indonesia diprediksi akan menjadi negara pertama di dunia yang mengoperasikan bauran biodiesel terbesar secara nasional.
Dengan perkembangan tersebut, biodiesel sawit dipandang bukan lagi sekadar komoditas, tetapi masa depan energi hijau Indonesia yang dapat bersaing di pasar global.
(**)
- Penulis: Redaktur

Saat ini belum ada komentar