AS Mulai Jual Minyak Venezuela Rp8,4 Triliun, Pasar Energi Global Bergejolak
- account_circle Redaktur
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026
- visibility 59

Amerika Serikat Selesaikan Penjualan Perdana Minyak Venezuela Senilai US$500 Juta.
Amerika Serikat telah menyelesaikan penjualan pertama minyak mentah Venezuela senilai sekitar US$500 juta (sekitar Rp8,45 triliun), menurut seorang pejabat pemerintahan yang dikutip oleh media internasional. Penjualan ini merupakan bagian dari penjualan besar-besaran minyak Venezuela yang kini dikendalikan AS setelah operasi militer dan perubahan kepemimpinan di negara Amerika Latin itu.
Pendapatan Ditahan di Rekening AS dan Rencana Penjualan Lanjutan.
Hasil dari penjualan minyak tersebut dilaporkan disimpan di rekening yang dikendalikan pemerintah AS, dengan sebagian ditempatkan di bank di Qatar sebagai lokasi netral.
Pejabat AS mengatakan bahwa penjualan minyak lebih lanjut diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari hingga pekan ke depan, sebagai bagian dari rencana besar yang mencakup total potensi penjualan hingga US$2 miliar.
Strategi Trump: Investasi Besar dan Rehabilitasi Industri Minyak Venezuela.
Dalam komentarnya, Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers menyatakan bahwa tim Presiden Donald Trump tengah memfasilitasi diskusi dengan perusahaan minyak yang bersedia melakukan investasi besar dan “belum pernah terjadi sebelumnya” untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela.
Rencana ini disebut akan membuka peluang investasi hingga puluhan miliar dolar untuk rehabilitasi pabrik dan fasilitas minyak yang rusak akibat krisis panjang.
Minyak Venezuela Ditawarkan dengan Diskon di Pasar Global.
Sebelumnya, laporan menyebut bahwa minyak mentah asal Venezuela sempat ditawarkan kepada pedagang global dengan harga diskon, lebih rendah dibandingkan minyak dari negara pesaing seperti Kanada.
Diskon ini mencerminkan upaya AS untuk menjual minyak tersebut dengan harga kompetitif di pasar dunia dan menarik pembeli internasional.
Reaksi Industri dan Prospek Pasar Energi Global.
Langkah ini memicu respons beragam dari sektor energi, dengan beberapa eksekutif perusahaan besar menyuarakan kekhawatiran tentang risiko investasi besar di Venezuela tanpa kerangka hukum yang jelas. Di saat yang sama, kebijakan AS ini berpotensi mengubah dinamika harga minyak global dan mempengaruhi pasokan di pasar internasional jika penjualan lanjutan benar-benar terealisasi.
(*)
- Penulis: Redaktur

Saat ini belum ada komentar