Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Teror Penangkapan di Morowali: Usai Aktivis Lingkungan, Wartawan Advokasi Kini Jadi Target Polisi

Teror Penangkapan di Morowali: Usai Aktivis Lingkungan, Wartawan Advokasi Kini Jadi Target Polisi

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • visibility 63

Indonusanews.com – Morowali kembali bergejolak. Usai penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin yang berujung pada insiden pembakaran Kantor PT Raihan Catur Putra (RCP), Kepolisian Resor Morowali kembali menuai sorotan publik. Pada Minggu, 4 Januari 2026, aparat kepolisian melakukan penangkapan paksa terhadap Royman M Hamid, seorang wartawan yang dikenal aktif dalam jurnalisme advokasi serta konsisten mengawal konflik agraria di wilayah Morowali.

Penangkapan tersebut berlangsung mencekam dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Sejumlah saksi mata mengungkapkan, puluhan personel polisi mendatangi rumah Asdin, warga Torete yang juga merupakan kakak dari Arlan Dahrin.

Kedatangan aparat disebut diiringi suara tembakan beruntun yang sontak membuat warga sekitar panik.

Firna M Hamid, salah seorang warga, mengaku langsung menuju lokasi setelah mendengar suara tembakan. Ia menyebut, seorang ibu bernama Lina alias Mama Arwan bahkan ditodong senjata api oleh aparat sambil diinterogasi soal keberadaan Royman M Hamid.

“Kami sangat ketakutan. Perlakuannya seperti sedang mengejar penjahat berbahaya,” ujar Firna.

Setelah mendapat informasi bahwa Royman berada di rumah Jufri Jafar, tak jauh dari lokasi pertama, aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali bergerak ke tempat tersebut.

Dalam video yang beredar luas di masyarakat, terlihat Kasatreskrim bersama sejumlah anggota berseragam lengkap dan membawa senjata api, sementara beberapa lainnya berpakaian sipil.

Royman M Hamid sempat meminta pihak kepolisian menunjukkan dan mendokumentasikan surat perintah penangkapan sebagai bentuk hak hukumnya. Namun permintaan tersebut ditolak. Situasi kemudian memanas, hingga aparat melakukan penangkapan paksa dengan cara memiting leher Royman dan memegang tangannya secara paksa sebelum menyeretnya ke mobil polisi.

Peristiwa ini memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan warga. Banyak pihak menilai cara penangkapan terhadap Royman M Hamid dan Arlan Dahrin sangat berlebihan dan cenderung represif.

“Mereka diperlakukan seperti teroris, padahal yang mereka lakukan adalah mengawal hak dan aspirasi masyarakat,” ujar salah seorang warga dengan nada geram.

Kasus ini pun menambah daftar panjang kekhawatiran publik terhadap kebebasan pers dan ruang perjuangan masyarakat sipil di Morowali, yang kini dinilai semakin terancam oleh pendekatan kekerasan aparat penegak hukum.

(*)

  • Penulis: Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca Juga

  • Gaji PPPK Paruh Waktu DLH Makassar Telat Hampir Tiga Bulan, Petugas Keluhkan Kesulitan Hidup

    Gaji PPPK Paruh Waktu DLH Makassar Telat Hampir Tiga Bulan, Petugas Keluhkan Kesulitan Hidup

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Makassar – 10 Desember 2025 Keterlambatan pembayaran gaji petugas Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memasuki hampir tiga bulan tanpa kejelasan. Kondisi ini membuat para petugas lapangan, khususnya yang menangani kebersihan dan penanganan pohon tumbang, mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa petugas mengaku beban […]

  • Skema Design and Build Proyek Jalan di Sulsel Dinilai Berisiko, LSM PERAK Minta Pengawasan Ketat

    Skema Design and Build Proyek Jalan di Sulsel Dinilai Berisiko, LSM PERAK Minta Pengawasan Ketat

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Makassar — Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) Indonesia mewaspadai potensi terjadinya penyimpangan dan praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek preservasi jalan sebanyak enam paket yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksana Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan. Keenam paket proyek tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan pada beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Mobil Diduga Dirampas Debt Collector, Warga Konawe Selatan Seret Kasus ke Polres Gowa

    Mobil Diduga Dirampas Debt Collector, Warga Konawe Selatan Seret Kasus ke Polres Gowa

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Seorang pria berinisial SI (47) asal Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, melaporkan dugaan perampasan mobil yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector ke Polres Gowa, Rabu (14/1/2026). Peristiwa tersebut menyeret nama PT Bayu Saputra Perkasa dan kini berbuntut proses hukum. SI mengungkapkan, kejadian bermula saat dirinya tiba di Makassar dan hendak bermalam di sebuah hotel. […]

  • Bangunan Liar Tutup Akses Pondok Bur Jaya, LSM PERAK Resmi Laporkan ke Wali Kota

    Bangunan Liar Tutup Akses Pondok Bur Jaya, LSM PERAK Resmi Laporkan ke Wali Kota

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Makassar, 28 November 2025 Lembaga Pembela Rakyat (LSM PERAK) secara resmi telah melayangkan surat pengaduan kepada Wali Kota Makassar dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait adanya bangunan yang diduga berdiri di atas fasilitas umum (fasum) pada Jalan Statistik Pintu Nol Unhas, Kelurahan Tamalanrea indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pengaduan ini tertuang dalam […]

  • Penyelidikan Dugaan Korupsi di UNM dan Perpustakaan Digital Mangkrak, Kajati Sulsel: Penyidik Segera Tindaklanjuti

    Penyelidikan Dugaan Korupsi di UNM dan Perpustakaan Digital Mangkrak, Kajati Sulsel: Penyidik Segera Tindaklanjuti

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAKASSAR, Indonusanews.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan diminta menggenjot penyelidikan dua perkara korupsi yang masih mangkrak hingga akhir 2025. Dua perkara tersebut adalah dugaan korupsi revitalisasi kampus Universitas Negeri Makassar dan dugaan mark up pengadaan perpustakaan digital di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan. Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel, Muhammad Ansar menyatakan penyidik seharusnya segera memastikan status perkara […]

expand_less